Seni Ukiran
Patung-ukiran yang dipercayai
keramat yang terdapat di daerah-daerah masyarakat tradisional menyerupai
bentuk-bentuk seperti patung-patung seperti bentuk nenek moyang mereka.
Patung-patung biasanya dibuat dari batu megalit dan dianggap menarik karena
bahagian atasnya menyerupai sebatang linga. Pada batu megalit linga
itu terukir perkataan Allah atau berbentuk tulisan kawi atau jawi (Arab
Melayu).
Legenda batu bertulis
menandakan Seni dalam Islam. Tulisan
skrip Arab (kaligrafi) seperti tulisan Muhammad bertangkup (lambang Kerajaan
Siak) menggambarkan dua fungsi yaitu sebagai tulisan dan tulisan sebagai karya
seni.
Tulisan berfungsi menyampaikan
utusan, menyebarkan maklumat-maklumat yang dikira penting oleh pihak berkuasa,
yaitu perintah seperti Babul alquaid dan Gurindam dua Belas yang berupa
peraturan-peraturan tentang kemasalahatan masyarakatan dan negara. Nilai seni
yang terdapat pada peraturan dan gurindam itu membuat nilai seni yang dalam
menata kehidupan bermasyarakat.
Ukiran seni Keris juga boleh
digolongkan sebagi Seni - ukiran. Keris merupakan pengucapan estetika Melayu,
sejenis senjata yang kesktiannya tidak mungkin luput. Kalaupun ianya jarang
digunakan didalam pertarungan, namun ketinggian nilainya sudah termaktub dalam
pengamatan Melayu. Kini keris diabadikan sebagai lambang sebagai keperkasaan atau kejantanan.
Mengukir merupakan suatu kemahiran
orang Melayu sejak awal sejarah tanah air. Bukti kemahiran tersebut dapat
dilihat dibahagian-bahagian rumah seperti tangga, ambang pintu dinding, tiang,
batu nisan, daun pintu, tingkap, kukur, bangau, jebak burung, katil, meja
solek, dulang, keris dan lain-lain. Oleh karena kebanyakan ukiran dibuat diatas
bahan kayu atau papan yang akhirnya reput dan dimakan anai-anai, maka bukti
artefak yang tertua yang masih ada ialah yang dihasilkan pada abad ke-19.
Pola dan model pembentukan ciptaan
seni ukir Melayu adalah bersumberkan alam. Pelabagi jenis daun diambil oleh
seniman dan dijadikannya pola dan model ciptaannya. Ukiran yang dihasilkan itu
adalah semacam satu pernyataan tampakan untuk menyarakan rasa terima kasih,
hormat dan kagum. Motif-motif dari alam termasuklah puncak rebung, pokok kolan,
setulang, awan larat, pucuk kacang, bayam kukur, awan selimpat, awan telipuk,
sulur melinding, pagar tinggalong, maharasi, daun selet dan lain-lain.
Imej-imej yang
dihasilakan oleh pelukis atau pengamal seni dapat ditafsirkan sebagai
percobaannya menyuarakan pengalaman senimannya yang secara tidak langsung
bertugas menjadi juru bicara masyarakatnya. Hal yang beda yang dilukiskan itu
seharusnya penting didalam hidup si pelukis dan masyarakatnya. Contohnya perahu
digunakan sebagai alat angkutan yang mustahak, sedangkan burung-burung helang
adalah Bangunantang buruan dan manusia pula adalah sebagai kawan yang mesti
dibantu dan boleh diharapkan untuk membantu, atau lawan yang mesti dimusnahkan.
Pada
awal abad ke-20 aktivitas-aktivitas di pada masyarakat Melayu menghasilkan
karya pewarnaan air, menggunakan teknik teknologi sederhana dan menggambarkan
pemandangan kampung dengan rumah Melayu, kerbau, sawah dan gunung. Teknik
lukisan jenis ini diajar disekolah-sekolah
No comments:
Post a Comment