Friday, 27 March 2015

Seni Ukiran



Seni Ukiran

Hasil gambar untuk Seni Ukiran

            Patung-ukiran yang dipercayai keramat yang terdapat di daerah-daerah masyarakat tradisional menyerupai bentuk-bentuk seperti patung-patung seperti bentuk nenek moyang mereka. Patung-patung biasanya dibuat dari batu megalit dan dianggap menarik karena bahagian atasnya menyerupai sebatang linga. Pada batu megalit linga itu terukir perkataan Allah atau berbentuk tulisan kawi atau jawi (Arab Melayu).
            Legenda batu bertulis menandakan  Seni dalam Islam. Tulisan skrip Arab (kaligrafi) seperti tulisan Muhammad bertangkup (lambang Kerajaan Siak) menggambarkan dua fungsi yaitu sebagai tulisan dan tulisan sebagai karya seni.
            Tulisan berfungsi menyampaikan utusan, menyebarkan maklumat-maklumat yang dikira penting oleh pihak berkuasa, yaitu perintah seperti Babul alquaid dan Gurindam dua Belas yang berupa peraturan-peraturan tentang kemasalahatan masyarakatan dan negara. Nilai seni yang terdapat pada peraturan dan gurindam itu membuat nilai seni yang dalam menata kehidupan bermasyarakat.
            Ukiran seni Keris juga boleh digolongkan sebagi Seni - ukiran. Keris merupakan pengucapan estetika Melayu, sejenis senjata yang kesktiannya tidak mungkin luput. Kalaupun ianya jarang digunakan didalam pertarungan, namun ketinggian nilainya sudah termaktub dalam pengamatan Melayu. Kini keris diabadikan sebagai lambang  sebagai keperkasaan atau kejantanan.     
            Mengukir merupakan suatu kemahiran orang Melayu sejak awal sejarah tanah air. Bukti kemahiran tersebut dapat dilihat dibahagian-bahagian rumah seperti tangga, ambang pintu dinding, tiang, batu nisan, daun pintu, tingkap, kukur, bangau, jebak burung, katil, meja solek, dulang, keris dan lain-lain. Oleh karena kebanyakan ukiran dibuat diatas bahan kayu atau papan yang akhirnya reput dan dimakan anai-anai, maka bukti artefak yang tertua yang masih ada ialah yang dihasilkan pada abad ke-19.
            Pola dan model pembentukan ciptaan seni ukir Melayu adalah bersumberkan alam. Pelabagi jenis daun diambil oleh seniman dan dijadikannya pola dan model ciptaannya. Ukiran yang dihasilkan itu adalah semacam satu pernyataan tampakan untuk menyarakan rasa terima kasih, hormat dan kagum. Motif-motif dari alam termasuklah puncak rebung, pokok kolan, setulang, awan larat, pucuk kacang, bayam kukur, awan selimpat, awan telipuk, sulur melinding, pagar tinggalong, maharasi, daun selet dan lain-lain.

            Imej-imej yang dihasilakan oleh pelukis atau pengamal seni dapat ditafsirkan sebagai percobaannya menyuarakan pengalaman senimannya yang secara tidak langsung bertugas menjadi juru bicara masyarakatnya. Hal yang beda yang dilukiskan itu seharusnya penting didalam hidup si pelukis dan masyarakatnya. Contohnya perahu digunakan sebagai alat angkutan yang mustahak, sedangkan burung-burung helang adalah Bangunantang buruan dan manusia pula adalah sebagai kawan yang mesti dibantu dan boleh diharapkan untuk membantu, atau lawan yang mesti dimusnahkan.
            Pada awal abad ke-20 aktivitas-aktivitas di pada masyarakat Melayu menghasilkan karya pewarnaan air, menggunakan teknik teknologi sederhana dan menggambarkan pemandangan kampung dengan rumah Melayu, kerbau, sawah dan gunung. Teknik lukisan jenis ini diajar disekolah-sekolah

No comments:

Post a Comment