Friday, 27 March 2015

Perkembangan Kota Dumai


                                                     Perkembangan Kota Dumai

Hasil gambar untuk Perkembangan Kota Dumai.
Hasil gambar untuk Perkembangan Kota Dumai.



 
  Dokumentasi tentang cacatan sejarah Dumai relatif sedikit, baik masa sebelum revolusi maupun setelah revolusi. Catatan masa revolusi Dumai pernah menjadi tempat romusha asal jawa yang dibawa Jepang untuk membangun jalan kereta api yang membelah sebagian perut Pulau Sumatera, dari Dumai ke Pekanbaru. Bekas rel kereta api masih dapat ditemui di sekitar Bukit Jin. Sepanjang pelabuhan Seismic sekarang dibagun bedeng-bedeng tempat penampungan romusha. Kaum romusha ini menjadi sasran penyiksaan Jepang. Mereka yang sakit sekarat dikubur hidup-hidup. Kondisi bedeng yang dihuni romusha tidak memenuhi syarat, dipenuhi sejenis kutu berwarna putih yang disebut tuma. Menghisap darah romusha yang sudah tidak berbentuk manusia lagi.
Menurut haji nahar effendy, BA, dal;am tulisannya kenangan masa revolusi kemerdekaan yang dimuat dalam buku, pengalaman dan pengorbanan pejuang-pejuang 45 di riau, mengemukakan bahwa dumai dan rupat merupakan satu-satunya wilayah dikabupaten bengaklis yang tidak pernah dinjak oleh tentera belanda, karena itu daerah ini merupakan modal perjuangan bagi republik indonesia.

 
            Pada masa itu bupati militer H. muhammad beserta krluarganya mebngungsi didumai. Didampingai oleh dewan pemerintahan daerah. Lokasi yang dipilih sekitar di tanjung palas. Maskasmnya dinamakan “gua pelanduk”, sebab kerika pasukan ri tiba ditempat itu, meloncatlah seekor pelanduk menyelamatkan diri. Selain bupati militer turut pula mengungsi camat militer abdullah sukup, dan camat militer tanah putih dt. Harunsyah. Mereka mengungsi bersama keluarga. Mengghuni gubuk-gubuk buruk milik romusha yang dilokasinya sekarang sekitar kantor koramil dumai )antara persimpangan JL. Sultan syarif qasim dengan sukajadi). Pasukan soebrantas, (kemudian gubernur riau) lebih dikenal dengan kompi soebrantas juga tinggal di dumai. Semnntara batalyon komandan letnan I iskandar martawi jaya bermarkas di batupanjang.

b. dusun nelayan dumai
            sekitar tahun 30-an dumai masih merupakan dusun nelayan kecil. Hanya dihuni beberapa rumah nelayan dipinggir pantai. Pada beberapa bagian disekitar tanah tebign yang subur danb sedikit ke dalam, peladang berpindah dari batupanjang berladang dan membangunpondik kecil tempat mereka tingggal selama musim berladang. Ketika itu dusun dumai berada dibawah kepenghuluan batupanjang. Penghulunya bernama encik ismail. Sedangkjan pangkalan sesai merupakan kepenghuluan tersendiri. Penghunya encik sulung. Kedua penghulu ini (dan semua penghulu diwah dengan sultan siak indrapura) memperoleh bisluit dari sultan.
            Penduduk dumai mulai bertambah ketika jepang mendatangkan kaum romusha dari jawa untuk dipekerjakan sebagai buruh paksa. Banyak diantara mereka yang mati akibat kekejaman tentara jepang dan keganasan alam ketika itu. Setelah kemrdekaan mereka yang masih hidup banyak yang pindah ketempat lain, tetapi ti8dak sedikit pula yang bertahan dan memilih dumai sebagai tapak hidup mereka. Tercatat beberapa nama seperti pak pangat, dan mbah rono.
Pak pangad sendiri sebenarnya bukanlah romusha. Beliau asal jawa, tetapi lama menetap disemenanjung malaka. Kemudia bekeluarga dan menetap dibatupanjang. Ketika jepang masuk, dia beserta keluarganya dipaksa pindah kedumai. Istrinya kemudian memninggal dunia, tingggallah dia dan anak-anaknya yang masih kecil. Kedua tokoh inilah pak pangad dan mbah rono yang dikenal sebagai pembuka rimaba raya dumai yang terkenal ganas dan buas itu.
            Meskipun pak pangad dan mbah rono sebagai pembuka lahan didumai, tetapi pemilik lahan terluas di sumai (hampirmemiliki setengah tanah di kota dumai sekarang ini, kecuali tanah hak pakai CPI, pertamina dan pelindo), adalah haji bathrem , haji dahrun, dan hajio atan syarif.

Haji bathrem seorang pedagang kaya berdomisili dibatu panjang. Para pembuka l;ahan didumai yang kekurangn bekal makanan berhutang dan mengambil bekal dikedainya batu panjang. Hutang makanan itu kadang-kadang dimbali dengan tanah yang sudah ditebangi. Lahan itu ganyak pula yang senghaja dipesan atau dibeli oleh haji bathrem. Salah satu lahan tanahnya yang cukup luas berada di tanah ketinggian perbukitan kemudian diganti rugio oleh PT. Caltex pacific indonesia (PT. CPI) sebagai lokasi penimbunan minyak mentah (crude oil). Tempat itu di8kenal sebagai bukit bathrim.

haji dahrun seorang pedagang asal bangkinang bertempat tinggal dibatupanjang. Beda dengan haji bathrem, haji dahrun membuka lahan kebanyakan dengan tenaganya ketika masih hidup beliau pernah menuturkan kepada penulils bagaimana dfia mendapatkan tanah yang begitu luas itu. Pada umunya tanah-tanah itu diperoleh melalui tenaganya sendiri. Hutan rimba ditebangi tak kenal lelah. Malahan malam hari sekalipun, dengan cara menghidupkann lampu stromking, beliau mencangkuli tanah untuk menanam ubi kayu. Tempanya sekitar hotel city sekarang. Begitu pula tanah sekitar berdirinya bank dagang negara sekarang kayu besar disana ditebangi seorang diri. Ketiak itu daeraha tersebut berawa-rawa sampai kebatas pusar.

Haji atan syarif seoarang pegawai yang bekerja sebagai kepala kantor pada kecamatan rupat dibatu panjang. Beliau banyak membuat surat-surat tanah untuk lahan-lahan yang baru dibuka itu. Dalam kesempatan itu beliau dapat membeli tanah dengan harga yang murah karena pembuka lahan itu banyak yang ditolongnya dalam pembuatan surat tanah. Beliau jarang ke dumai, tetapi tanah miliknya mempunyai batas sepadan yang jelas. Ketika beliau pindah kekantor camat dumai barulah membenahi tnah-tanah miliknya yang cukup luas itu.

            Dari tahun 1945-1959 status dumai tercatat sebagai desa, yang menjadi penghulunya bernama sulung. Pada tahun 1959 terjadi perubahan dengan mutasinya camat yang tadinya berkedudukan dibatu panjang. Ketika itu yang menjabat sebagai camat temngku sulaiman. Status ini berlangsung dari 1959 sampai dengan 1963. pada tahun 1964 kecamatan dumai berpisah dengan kecamatan rupat. Dari tahun 1963 sampai dengan tahun 1964 dumai berstatus sebagai kewedanaan.

Sektor penting pendukung berkembangnya dumai
PT. Caltex pacific indonesia

Dumai diawala pertumbuhan dan perkembangannya tidak terlepas dari peranan yang diaminkan oleh PT. Caltex pacific indonesia (PT. CPI). Perusahaan yang bergerak dibiodang perminyakan ini mengeksplorasi dan mengeksploitasi minyak bumi yang berada di perut bumi riau daratan.

Pada mulanya perusahaann yang bernama standard oil company of california (socal) ini mengekspor minyaknya melaui sungai pakning. Minyak mentah itu dinangkut dengan  kapal tangker kecil menghilir sungai siak. Karena dipandang kukrang efisien dipilihlah dumai, yang dilindungi pulau ru[pat sebagai pelabuhan minyak caltex. Sebagai langkah awal dibangun jalan tembus duri-dumai yang pembuatannya selesai tahun 1958. disepanjang jaln itu dibangun pipa-pipa raksasa yang menghalirkan minyak mentah dari ladang-ladang minyak ke tangki-tangki penampungan sebelum dimuat kedalam kapal-kapal tangker di pelabuhan.

Pelabuhan minyak (yetti) selesai dibangun dan penggunaan pertamanya pada tahun 1959. richard H. Hopper dalam the discovery of indonesia’s minas oilfield antara l;ain menulis tentang dumai demngan pelabuhan minyaknya,
……….
“thus although minas was the third oilfield the discovered in the caltex pacific area in sumatera it was the first to produce for export. Duri and nearby field were late linked in to the dumai outlet and the inefficient siak river tangker system was abondoned. Today, almost all of caltex’s production ini sumatera goes to the dumai terminal for the distribution within indonesia of for export”.

Pilihan caltex menjadikan dumai sebagai pelabuhan minyaknya ternyata tepat. Wilayah ini tumbuh sedemikian pesatnya. Bagi caltex dumai merupakan daerah yang sangat penting dalam operasional perusahaan. Support operations SBU dumai bertanggung jawab atas operasi pelabuhan minyak dumai serta system pembangkit tenaga llistrik dan transmisi perusahaan sebesar 400 megawatt, jalan swepanjang 3,800 kilo meter
 Sambil mebuka-buka peta mereka melihat bahwa jarak torgamba  - dumai jauh lebih dekat dibandingkan torgamba – belawan. Muncullah ide adpel rinto mudjiono sekiranya ada jalan yang menghubungkan daerah perkebunan sawit ini dengan dumai maka pelabuhan dumai dapat dijadikan pelabuhan ekspor minyak kelapa sawit

No comments:

Post a Comment