Perkembangan Kota Dumai
Dokumentasi tentang cacatan sejarah Dumai relatif sedikit, baik masa sebelum
revolusi maupun setelah revolusi. Catatan masa revolusi Dumai pernah menjadi
tempat romusha asal jawa yang dibawa Jepang untuk membangun jalan kereta api
yang membelah sebagian perut Pulau Sumatera, dari Dumai ke Pekanbaru. Bekas rel
kereta api masih dapat ditemui di sekitar Bukit Jin. Sepanjang pelabuhan
Seismic sekarang dibagun bedeng-bedeng tempat penampungan romusha. Kaum romusha
ini menjadi sasran penyiksaan Jepang. Mereka yang sakit sekarat dikubur
hidup-hidup. Kondisi bedeng yang dihuni romusha tidak memenuhi syarat, dipenuhi
sejenis kutu berwarna putih yang disebut tuma. Menghisap darah romusha yang
sudah tidak berbentuk manusia lagi.
Menurut haji nahar effendy, BA, dal;am tulisannya kenangan masa
revolusi kemerdekaan yang dimuat dalam buku, pengalaman dan pengorbanan
pejuang-pejuang 45 di riau, mengemukakan bahwa dumai dan rupat merupakan satu-satunya
wilayah dikabupaten bengaklis yang tidak pernah dinjak oleh tentera belanda,
karena itu daerah ini merupakan modal perjuangan bagi republik indonesia.
Pada masa itu bupati militer H. muhammad beserta
krluarganya mebngungsi didumai. Didampingai oleh dewan pemerintahan daerah.
Lokasi yang dipilih sekitar di tanjung palas. Maskasmnya dinamakan “gua
pelanduk”, sebab kerika pasukan ri tiba ditempat itu, meloncatlah seekor
pelanduk menyelamatkan diri. Selain bupati militer turut pula mengungsi camat militer
abdullah sukup, dan camat militer tanah putih dt. Harunsyah. Mereka mengungsi
bersama keluarga. Mengghuni gubuk-gubuk buruk milik romusha yang dilokasinya
sekarang sekitar kantor koramil dumai )antara persimpangan JL. Sultan syarif
qasim dengan sukajadi). Pasukan soebrantas, (kemudian gubernur riau) lebih
dikenal dengan kompi soebrantas juga tinggal di dumai. Semnntara batalyon
komandan letnan I iskandar martawi jaya bermarkas di batupanjang.
b. dusun nelayan dumai
sekitar tahun 30-an dumai masih merupakan dusun nelayan
kecil. Hanya dihuni beberapa rumah nelayan dipinggir pantai. Pada beberapa
bagian disekitar tanah tebign yang subur danb sedikit ke dalam, peladang
berpindah dari batupanjang berladang dan membangunpondik kecil tempat mereka
tingggal selama musim berladang. Ketika itu dusun dumai berada dibawah
kepenghuluan batupanjang. Penghulunya bernama encik ismail. Sedangkjan
pangkalan sesai merupakan kepenghuluan tersendiri. Penghunya encik sulung.
Kedua penghulu ini (dan semua penghulu diwah dengan sultan siak indrapura)
memperoleh bisluit dari sultan.
Penduduk
dumai mulai bertambah ketika jepang mendatangkan kaum romusha dari jawa untuk
dipekerjakan sebagai buruh paksa. Banyak diantara mereka yang mati akibat
kekejaman tentara jepang dan keganasan alam ketika itu. Setelah kemrdekaan
mereka yang masih hidup banyak yang pindah ketempat lain, tetapi ti8dak sedikit
pula yang bertahan dan memilih dumai sebagai tapak hidup mereka. Tercatat
beberapa nama seperti pak pangat, dan mbah rono.
Pak pangad sendiri
sebenarnya bukanlah romusha. Beliau asal jawa, tetapi lama menetap
disemenanjung malaka. Kemudia bekeluarga dan menetap dibatupanjang. Ketika
jepang masuk, dia beserta keluarganya dipaksa pindah kedumai. Istrinya kemudian
memninggal dunia, tingggallah dia dan anak-anaknya yang masih kecil. Kedua
tokoh inilah pak pangad dan mbah rono yang dikenal sebagai pembuka rimaba raya
dumai yang terkenal ganas dan buas itu.
Meskipun pak pangad dan mbah rono sebagai pembuka lahan
didumai, tetapi pemilik lahan terluas di sumai (hampirmemiliki setengah tanah
di kota dumai sekarang ini, kecuali tanah hak pakai CPI, pertamina dan
pelindo), adalah haji bathrem , haji dahrun, dan hajio atan syarif.
Haji bathrem seorang
pedagang kaya berdomisili dibatu panjang. Para pembuka l;ahan didumai yang
kekurangn bekal makanan berhutang dan mengambil bekal dikedainya batu panjang.
Hutang makanan itu kadang-kadang dimbali dengan tanah yang sudah ditebangi.
Lahan itu ganyak pula yang senghaja dipesan atau dibeli oleh haji bathrem. Salah
satu lahan tanahnya yang cukup luas berada di tanah ketinggian perbukitan
kemudian diganti rugio oleh PT. Caltex pacific indonesia (PT. CPI) sebagai
lokasi penimbunan minyak mentah (crude oil). Tempat itu di8kenal sebagai bukit
bathrim.
haji dahrun seorang
pedagang asal bangkinang bertempat tinggal dibatupanjang. Beda dengan haji
bathrem, haji dahrun membuka lahan kebanyakan dengan tenaganya ketika masih
hidup beliau pernah menuturkan kepada penulils bagaimana dfia mendapatkan tanah
yang begitu luas itu. Pada umunya tanah-tanah itu diperoleh melalui tenaganya
sendiri. Hutan rimba ditebangi tak kenal lelah. Malahan malam hari sekalipun,
dengan cara menghidupkann lampu stromking, beliau mencangkuli tanah untuk
menanam ubi kayu. Tempanya sekitar hotel city sekarang. Begitu pula tanah
sekitar berdirinya bank dagang negara sekarang kayu besar disana ditebangi
seorang diri. Ketiak itu daeraha tersebut berawa-rawa sampai kebatas pusar.
Haji atan syarif seoarang
pegawai yang bekerja sebagai kepala kantor pada kecamatan rupat dibatu panjang.
Beliau banyak membuat surat-surat tanah untuk lahan-lahan yang baru dibuka itu.
Dalam kesempatan itu beliau dapat membeli tanah dengan harga yang murah karena
pembuka lahan itu banyak yang ditolongnya dalam pembuatan surat tanah. Beliau
jarang ke dumai, tetapi tanah miliknya mempunyai batas sepadan yang jelas.
Ketika beliau pindah kekantor camat dumai barulah membenahi tnah-tanah miliknya
yang cukup luas itu.
Dari tahun 1945-1959 status dumai tercatat sebagai desa,
yang menjadi penghulunya bernama sulung. Pada tahun 1959 terjadi perubahan
dengan mutasinya camat yang tadinya berkedudukan dibatu panjang. Ketika itu
yang menjabat sebagai camat temngku sulaiman. Status ini berlangsung dari 1959
sampai dengan 1963. pada tahun 1964 kecamatan dumai berpisah dengan kecamatan
rupat. Dari tahun 1963 sampai dengan tahun 1964 dumai berstatus sebagai
kewedanaan.
Sektor penting pendukung
berkembangnya dumai
PT. Caltex pacific
indonesia
Dumai diawala pertumbuhan
dan perkembangannya tidak terlepas dari peranan yang diaminkan oleh PT. Caltex
pacific indonesia (PT. CPI). Perusahaan yang bergerak dibiodang perminyakan ini
mengeksplorasi dan mengeksploitasi minyak bumi yang berada di perut bumi riau
daratan.
Pada mulanya perusahaann
yang bernama standard oil company of california (socal) ini mengekspor
minyaknya melaui sungai pakning. Minyak mentah itu dinangkut dengan kapal tangker kecil menghilir sungai siak.
Karena dipandang kukrang efisien dipilihlah dumai, yang dilindungi pulau ru[pat
sebagai pelabuhan minyak caltex. Sebagai langkah awal dibangun jalan tembus
duri-dumai yang pembuatannya selesai tahun 1958. disepanjang jaln itu dibangun
pipa-pipa raksasa yang menghalirkan minyak mentah dari ladang-ladang minyak ke
tangki-tangki penampungan sebelum dimuat kedalam kapal-kapal tangker di
pelabuhan.
Pelabuhan minyak (yetti)
selesai dibangun dan penggunaan pertamanya pada tahun 1959. richard H. Hopper
dalam the discovery of indonesia’s minas oilfield antara l;ain menulis tentang
dumai demngan pelabuhan minyaknya,
……….
“thus although minas was
the third oilfield the discovered in the caltex pacific area in sumatera it was
the first to produce for export. Duri and nearby field were late linked in to
the dumai outlet and the inefficient siak river tangker system was abondoned.
Today, almost all of caltex’s production ini sumatera goes to the dumai
terminal for the distribution within indonesia of for export”.
Pilihan caltex menjadikan
dumai sebagai pelabuhan minyaknya ternyata tepat. Wilayah ini tumbuh sedemikian
pesatnya. Bagi caltex dumai merupakan daerah yang sangat penting dalam
operasional perusahaan. Support operations SBU dumai bertanggung jawab atas
operasi pelabuhan minyak dumai serta system pembangkit tenaga llistrik dan
transmisi perusahaan sebesar 400 megawatt, jalan swepanjang 3,800 kilo meter
Sambil
mebuka-buka peta mereka melihat bahwa jarak torgamba - dumai jauh lebih dekat dibandingkan
torgamba – belawan. Muncullah ide adpel rinto mudjiono sekiranya ada jalan yang
menghubungkan daerah perkebunan sawit ini dengan dumai maka pelabuhan dumai
dapat dijadikan pelabuhan ekspor minyak kelapa sawit
No comments:
Post a Comment